Dialog Interaktif Taman Gabusan, TVRI Jogja : Sistem Informasi Desa Bagian dari Pembangunan Bantul Smart City.

Sistem Informasi Desa (SID) tidak lepas dari langkah Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dalam mewujudkan Bantul Smart City. Diskominfo bekerja sama dengan Combine Resources Institution (CRI) terus mendorong Pemerintah Desa untuk memanfaatkan SID untuk pelayanan dan menampilkan potensi desa. Hal tersebut disampaikan Kepala Diskominfo dalam siaran Dialog Interaktif Taman Gabusan di TVRI Jogja, Selasa (21/3).

“Dinas Kominfo sudah memfasilitasi SID bagi 75 desa, namun dalam perkembangannya ada sekitar 15 Desa yang benar-benar aktif memanfaatkannya,” jelas Kepala Diskominfo. Diskominfo akan bekerjasama dengan OPD terkait seperti Disdukcapil untuk mendapatkan data kependudukan untuk pelayanan menggunakan SID. SID akan mewujudkan Desa Cerdas, dimana hal ini merupakan bagian dari upaya Pemkab. Bantul menuju Bantul Smart City 2019.

Narasumber lainnya dari CRI, Elanto Wijoyono , menjelaskan proses terbangunnya SID. “SID muncul dari kegelisahan aparat desa terkait sulitnya mengolah dan menampilkan data terutama ketika terjadi bencana,” jelas Elanto. Untuk Bantul, SID pertama diterapkan di Desa Terong dan kini sudah diterapkan di berbagai daerah di Indonesia. Elanto menyampaikan SID tetaplah sebagai alat untuk menunjang, dimana peran masyarakat dan aparat desa tetap yang paling penting.

Tamu yang hadir, perwakilan dari Desa Murtigading turut menyampaikan manfaat dari implememntasi SID di Desanya dimana pelayanan persuratan selesai dalam empat menit. SID juga menjadi media dalam menampilkan potensi desa baik kerajinan, produk unggulan Desa dan juga potensi wisata. Dalam acara ini terdapat dua interaksi dari warga Sleman dan Kota Jogja yang tertarik memanfaatkan SID di wilayahnya.

Tinggalkan Balasan