Menguatkan Pendidikan Memajukan Kebudayaan

            Di era
revolusi industri 4.0 ini para guru dituntut lebih aktif dan kreatif dalam proses
pembelajaran . Inovasi dan kreativitas harus dieksplor oleh para guru.

            Hal tersebut
disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan 
Pemuda dan Olah raga (DIKPORA) Kabupaten Bantul Isdarmoko, M Pd, M Par,
saat menjadi nara sumber dalam acara Taman Paseban yang ditayangkan di stasiun
TVRI Yogyakarta , Selasa (14/5) sesuai tema Hari Pendidikan Nasional Tahun 2019
yaitu ‘Menguatkan Pendidikan Memajukan Kebudayaan’.

            Pada acara
tersebut selain Kepala Dikpora Bantul nara sumber satunya adalah Ketua
Kebudayaan Kabupaten Bantul Profesor Dr. Kasidi, M Hum. Dia mengatakan, terkait
dengan tema Hari Pendidikan Nasional Tahun 2019, dalam dunia pendidikan juga disampaikan
unsur kebudayaan dalam proses pembelajarannya.

            Hal
tersebut, kata Prof. Kasidi, hal tersebut sesuai dengan visi dan misi bapak
Bupati Bantul yaitu mewujudkan 
Masyarakat Bantul yang Sehat, 
Cerdas dan Sejahtera.  “Saat ini
para siswa kita semakin cerdas dan kompetitif, maka dari itu para gurunya juga  harus lebih cerdas dan kompetitif pula,”
terangnya.

            Menurutnya,
budaya berasal dari kata budi dan daya, yang merupakan hasil pemikiran dari
manusia untuk mengatasi segala permasalahan kehidupanya. Maka dari itu
kebudayaan semakin berkembang seiring dengan perkembangan kehidupan manusia di
dunia ini.

            Pada acara
tersebut ikut memeriahkan pula perajin tatah sungging wayang kulit dari Pucung
Imogiri pimpinan Suyono yang sejak tahun 1990 menekuni profesinya. Menurut
Suyono saat ini di Bantul tinggal sekitar 600 perajin tatah sungging, padahal
sebelum krisis terdapat sekitar 1.400 perajin.

            Hasil karya
Suyono lebih banyak berupa souvenir, sedangkan produk wayang kulit yang cukup
besar untuk diekspor ke luar negeri.

            Terkait
dengan kerajinan yang ditampilkan dalam acara Taman Paseban tersebut menurut
Kepala Dikpora juga termasuk unsur pendidikan yang berbasis budaya yang menjadi
pengayaan pengetahuan bagi siswa didik.

            Sedangkan
menurut Profesor Kasidi di setiap Propinsi di Indonesia ini ada lebih dari 600
macam budaya yang sudah direkam oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI
sebagai kebudayaan nasional.

            Diundang
untuk menyaksikan acara tersebut perwakilan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten
Bantul dan IGTKI Cabang Kecamatan Sanden.

No Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.