Evaluasi SPBE Kabupaten Bantul Tahun 2021



Pemerintah Kabupaten Bantul melaksanakan Interviu Evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Tahun 2021 secara virtual pada Kamis (2/9/2021) yang diselanggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) RI berkerjasama dengan akademisi Telkom University sebagai Tim Asesor. Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih memimpin langsung jalannya interviu tersebut bertempat di Ruang Kerja Bupati bersama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bantul selaku Perangkat Daerah yang mengampu urusan TIK. Interviu Evaluasi SPBE 2021 juga diikuti oleh Perangkat Daerah yang mempunyai layanan SPBE yaitu Dinas Dukcapil, DPMPT, Bappeda, BKAD, BKPP, Inspektorat, Disperpusip, Bagian Organisasi, Bagian LPBJ dan Bagian Hukum. Proses interviu dibagi dalam 4 ruangan sebagai upaya untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, yaitu di Ruang Command Center, Ruang PPID, Ruang Programmer dan Ruang Kepala Dinas Kominfo.

Evaluasi SPBE Tahun 2021 menggunakan 4 domain, 8 aspek dan 47 indikator. Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih menyampaikan bahwa indeks SPBE hasil Evaluasi Mandiri Tahun 2021 sebesar 3.97 dengan bukti dukung yang terunggah pada bulan Juni. Berdasarkan hasil reviu setelah masa unggah bukti dukung, diperoleh kesimpulan bahwa masih terdapat beberapa indikator yang dapat dinaikkan level kematangannya sehingga perkiraan indeks SPBE hasil evaluasi mandiri mencapai 4,33.


 
“Kami berharap interviu evaluasi SPBE bagi Pemkab Bantul pada kesempatan ini dapat berjalan lancar. Saya menghimbau kepada seluruh OPD yang ditunjuk sebagai pengampu/ penggerak layanan SPBE untuk serius dan memberikan bukti dukung akurat sehingga dapat diketahui sejauh mana capaian SPBE yang sudah dilaksanakan. Saat ini, Bantul sedang membangun jaringan fiber optic sebagai backbone SPBE hingga ke pelosok daerah. Hal ini dilakukan untuk mendukung unsur utama SPBE yaitu smart government dan smart citizen sehingga tidak hanya pemerintah yang cerdas namun juga masyarakatnya.” tutur Halim.

Sementara itu Asesor SPBE dari Telkom University Ridha Hanafi menyampaikan bahwa evaluasi SPBE pada kesempatan kali ini untuk menjustifikasi bukti dukung yang ada. Untuk mencapai kriteria kematangan (level) yang lebih tinggi harus bertingkat, bertahap dan tidak bisa lompat, sehingga kelengkapan bukti-bukti dukung menjadi yang utama untuk segera ditindaklanjuti.

Setelah melakukan interview SPBE secara virtual ini, KemenPANRB memberikan waktu kepada Pemerintah Kabupaten Bantul untuk memperbaiki bukti dukung selama 5 hari kerja.

Hasil evaluasi SPBE merupakan salah satu ukuran terhadap keberhasilan kinerja Pemerintah Kabupaten Bantul untuk bisa mewujudkan Misi kesatu RPJMD Tahun 2021-2026, yaitu “Penguatan reformasi birokrasi menuju pemerintahan yang efektif, efisien, bersih, akuntabel dan menghadirkan pelayanan publik prima”.

      

      

 



FORM KOMENTAR





DAFTAR KOMENTAR (0)