Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bantul menyelenggarakan Verifikasi Instrumen Pengukuran Kematangan Keamanan Siber dan Sandi (IKASANDI) Tahun 2026. Kegiatan evaluasi dan verifikasi intensif yang menggandeng tim dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) ini berlangsung selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (3–5/8/2026). Bertempat di Ruang Rapat Command Center Lantai 3 Diskominfo Kabupaten Bantul, seluruh alur asesmen teknis dan administratif bermuara pada agenda closing meeting bersama tim penilai.
Kegiatan ini secara khusus dilaksanakan untuk mengukur dan menilai kesiapan pengelolaan keamanan informasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bantul. Dalam pelaksanaannya, verifikasi memfokuskan pada pengujian kelengkapan dokumen serta kecukupan bukti dukung (evidensi) yang telah disusun oleh tim Diskominfo Bantul. Melalui proses verifikasi ini, seluruh celah operasional dan dokumentasi dapat dipetakan secara objektif.
Kepala Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi, Keamanan Informasi, dan Persandian Diskominfo Bantul, Kawuniningrum, menegaskan bahwa verifikasi IKASANDI bukan sekadar pemenuhan formalitas administratif. Penyelenggaraan IKASANDI sendiri bertujuan untuk memberikan gambaran tingkat kematangan tata kelola keamanan informasi di instansi pemerintah, menetapkan standar acuan perlindungan aset informasi, serta memetakan profil risiko dan tingkat kesiapan keamanan siber daerah guna mendukung terwujudnya Sistem Pemerintahan Digital yang aman.
Dari sisi kemanfaatan, pelaksanaan verifikasi ini membawa dampak langsung terhadap penguatan sistem pertahanan siber dan perlindungan data publik daerah. Seiring dengan pesatnya transformasi digital di Kabupaten Bantul, penataan tata kelola keamanan yang kokoh menjadi pondasi penting agar layanan publik berbasis elektronik dapat terus beroperasi secara aman dan terhindar dari potensi ancaman siber.
Sekretaris Diskominfo Bantul, Priyanto, menyampaikan apresiasi atas evaluasi BSSN dan menegaskan komitmen untuk segera menindaklanjuti seluruh catatan perbaikan. Menurutnya, hasil verifikasi ini menjadi pemacu semangat bagi Diskominfo Bantul untuk terus membenahi celah yang ada demi mewujudkan ekosistem digital Kabupaten Bantul yang aman, andal, dan terpercaya bagi seluruh masyarakat.

