Pemkab Bantul dan TVRI Koordinasikan Penyelenggaraan Nobar Piala Dunia FIFA 2026

Menindaklanjuti arahan pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri terkait penyelenggaraan nonton bareng (nobar) Piala Dunia FIFA 2026, Pemerintah Kabupaten Bantul bersama TVRI selaku pemegang hak siar menggelar rapat koordinasi secara virtual dengan Pemerintah Kapanewon dan Kalurahan, berpusat di ruang Command Center Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bantul pada Senin (29/6/2026).

 

Melalui surat edaran Kementerian Dalam Negeri, pemerintah daerah diimbau untuk menginisiasi, memfasilitasi, dan mendukung penyelenggaraan nobar dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan sesuai kondisi dan kemampuan daerah. Pemerintah daerah juga diminta menyiapkan lokasi-lokasi strategis dan ruang publik sebagai tempat penyelenggaraan nobar, menggerakkan perangkat daerah untuk memberikan dukungan sarana dan prasarana, pengaturan lalu lintas, kebersihan, ketenteraman dan ketertiban umum, serta mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul, Isa Budi Hartomo, mengatakan penyelenggaraan nobar diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.

 

"Melalui zoom ini kita berharap dari sisi sosialisasi bisa berjalan dengan baik. Harapannya ketika ada nobar nanti UMKM juga bisa ikut bergerak. Seluruh penyelenggaraan disesuaikan dengan kebutuhan dan kapasitas masing-masing daerah. Dunia usaha juga bisa berpartisipasi untuk meramaikan nobar tersebut," katanya.

 

Isa menambahkan, setiap penyelenggaraan nobar perlu terdata agar memudahkan koordinasi terkait keamanan, ketertiban, dan pengawasan bersama Satpol PP, kepolisian, serta TNI.

 

"Data penyelenggaraan akan dimanfaatkan untuk mendukung aspek keamanan dan ketertiban. Karena itu penting setiap nobar nantinya teregistrasi. Penyelenggara juga bisa menyesuaikan kemampuan, apakah hanya menggelar nobar pada laga final atau pada setiap pertandingan," ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala TVRI Stasiun Yogyakarta, Akhbar Sahidi, menjelaskan bahwa pemerintah memberikan hak siar Piala Dunia FIFA 2026 kepada TVRI karena memiliki jangkauan siaran terluas hingga tingkat desa.

 

"Pemerintah berharap dengan jangkauan siaran TVRI yang luas, masyarakat dapat menikmati tontonan Piala Dunia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kegiatan nobar yang melibatkan UMKM maupun pelaku usaha," jelasnya.

 

Ia menerangkan bahwa masyarakat dapat menyaksikan siaran TVRI secara gratis melalui siaran terestrial menggunakan antena UHF. Bagi wilayah yang belum terjangkau, siaran dapat diakses melalui layanan streaming maupun platform DTH berbayar.

 

Akhbar juga menegaskan bahwa seluruh penyelenggara nobar, baik komersial maupun nonkomersial, wajib melakukan registrasi melalui website Bola Gembira.

 

"Izin nobar dibagi menjadi dua, yakni nonkomersial (gratis) dan komersial. Bagi UMKM, komunitas, kampus, kantor kelurahan, RT/RW, maupun ruang publik dapat menggelar nobar tanpa biaya lisensi, cukup melakukan registrasi terlebih dahulu. Sementara kafe, restoran, hotel, bioskop, dan venue komersial wajib memiliki lisensi resmi sesuai ketentuan yang berlaku," jelasnya.

 

Menurutnya, registrasi dilakukan melalui website Bola Gembira dengan mengisi informasi mengenai lokasi nobar, pertandingan yang akan ditayangkan, perkiraan jumlah penonton, keterlibatan UMKM, hingga estimasi transaksi ekonomi yang terjadi selama kegiatan berlangsung.

 

"Data tersebut nantinya menjadi bahan evaluasi untuk melihat sejauh mana penyelenggaraan nobar memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat," tambahnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bantul, Bobot Ariffi' Aidin, mengimbau seluruh kapanewon dan kalurahan untuk turut melakukan pendataan penyelenggaraan nobar sebagai bagian dari monitoring Pemerintah Kabupaten Bantul.

 

"Selain pendaftaran di webiste Bola Gembira, kami juga mohon seluruh kapanewon dan kalurahan dapat mengisi formulir pendataan di s.id/PendataanNobarPialaDunia yang telah disiapkan sebagai bahan laporan dan pemantauan bersama Forkopimkap maupun Forkopimkal," ujarnya.

 

Melalui koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Bantul berharap penyelenggaraan nobar Piala Dunia FIFA 2026 dapat berlangsung tertib, aman, dan memberikan manfaat yang luas, baik sebagai hiburan bagi masyarakat maupun sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi lokal melalui keterlibatan UMKM dan pelaku usaha. (Fza)