Forum Komunikasi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Utama Kabupaten/Kota se-Daerah Istimewa Yogyakarta digelar di Ingkung Kuali Pusat, Pajangan, dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai tuan rumah. Pertemuan ini menjadi ruang koordinasi sekaligus diskusi strategis dalam menghadapi dinamika kebutuhan informasi publik, terutama menjelang momentum libur Idul Fitri dan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
Dalam forum tersebut disampaikan bahwa periode libur Idul Fitri dan PPDB merupakan masa yang rawan isu, terutama terkait kebutuhan informasi masyarakat. Oleh karena itu, setiap potensi persoalan diharapkan dapat diselesaikan sedini mungkin pada level yang paling dekat dengan pengguna layanan atau publik. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah berkembangnya misinformasi serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
Forum kali ini menghadirkan Editor Senior Tribun Jogja, Ribut Raharjo, sebagai pemateri dengan tema “AI untuk Transparansi dan Kepercayaan Publik.” Dalam paparannya, Ribut menekankan bahwa yang terpenting bukanlah bagaimana kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) bekerja, melainkan bagaimana penggunanya mampu memanfaatkannya secara bijak.

Menurutnya, secanggih apa pun teknologi AI, tetap diperlukan sentuhan manusia agar informasi yang dihasilkan memiliki kualitas, akurasi, dan konteks yang tepat. “AI hanyalah alat bantu. Tanpa kendali dan pertimbangan manusia, informasi yang dihasilkan bisa kehilangan makna atau bahkan menimbulkan bias,” ujarnya.
Dalam diskusi tersebut, Ribut juga menjelaskan bahwa AI bekerja dengan mengolah data yang tersebar di internet. Hal ini menjadi pengingat bagi seluruh PPID untuk aktif menyajikan data yang akurat, memperbarui informasi secara berkala, serta menyebarkan konten-konten positif melalui kanal resmi masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ketersediaan data yang valid dinilai akan sangat berpengaruh terhadap kualitas informasi yang dihasilkan, termasuk oleh sistem berbasis AI.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Bantul, Bobot Ariffi' Aidin, dalam sesi diskusi menyoroti eksistensi wartawan di tengah kemudahan akses informasi digital. Ia menilai, meskipun teknologi memungkinkan publik memperoleh informasi dengan cepat, masih banyak hal yang hanya dapat digali secara mendalam melalui kerja lapangan dan verifikasi langsung oleh insan pers.
Ia juga mengangkat pertanyaan mengenai bagaimana membedakan naskah rilis atau pidato yang dibuat dengan bantuan AI dan karya yang sepenuhnya ditulis manusia, serta bagaimana menilai kredibilitasnya. Menurutnya, tantangan ini perlu dijawab bersama, agar pemanfaatan teknologi tidak mengurangi kualitas komunikasi publik.
Melalui forum komunikasi ini, para PPID Utama Kabupaten/Kota diharapkan semakin siap menghadapi tantangan pengelolaan informasi publik di era digital, sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga transparansi dan kepercayaan masyarakat. (Ami)
